Hijrah Bukan Sekadar Gaya
Sebuah cerita tentang perjuangan seorang mahasiswa menemukan jalan pulang.
Banyak yang berbicara tentang hijrah akhir-akhir ini. Hijrah seolah menjadi tren, gaya hidup, bahkan brand. Tapi bagi Rizki, hijrah adalah perjuangan yang panjang dan kadang menyakitkan.
"Awalnya aku ikut-ikutan teman," katanya. "Ganti cara berpakaian, rajin ke masjid, posting ayat di media sosial. Tapi di dalam, aku masih kosong."
Perubahan datang ketika ia benar-benar merasakan kekosongan itu. Saat ia menyadari bahwa hijrah bukan tentang tampilan luar, tapi tentang hati yang tunduk pada Allah. Bukan tentang menjadi yang paling terlihat, tapi tentang menjadi yang paling tulus.
Hijrah, pada akhirnya, adalah jalan pulang. Dan setiap jalan pulang dimulai dari satu langkah kecil yang tulus.
Ditulis oleh
Aisyah Putri