Kampus

Rilis Islamic Journalist Training #13

Oleh : Nadia

Rabu, 02 Oktober 2019 bertempat di Aula UPT kampus A UNJ. LDK Salim Universitas Negeri Jakarta, tepatnya Departemen Huda. Mengadakan acara yang tak kalah asik yaitu Islamic Jurnalistic Training (IJT), acara IJT ini menarik banyak mahasiswa UNJ bahkan mahasiswa luar UNJ untuk ikut hadir memeriahkan acara. Menurut data dari panitia acara, total yang mendaftar acara IJT ini sebanyak 80 peserta. Di sana, para peserta tidak hanya sekadar mendengarkan seminar. Namun juga mengikuti training menulis. Antusiasme tinggi peserta IJT dalam mengikuti acara ini terlihat ketika mereka sudah menduduki bangku peserta sebelum acara dimulai pada pukul 08.30 WIB.

Didalam acara ini, peserta disuguhi pemaparan materi, materi pertama dengan judul Pentingnya Jihad Pena oleh Bapak H Sami Barkah, L.c, M.E. Dalam materi ini terdapat pesan moral bahwa perkembangan islam sekarang sedang “melesat ke atas” untuk itu teruslah menulis dan ikuti setiap perkembangannya. Kemudian dimateri kedua peserta IJT kembali mendengarkan pembicara yang memaparkan materi tentang Coaching Clinic Kepenulisan oleh Bapak Firman Qusnulyakin, S.Kom. Materi ini sangat menambah wawasan peserta.

Karena disana peserta tidak hanya mendengarkan seminar namun juga dilatih untuk menulis sebuah tulisan dengan tata cara yang baik dan benar. Bapak Firman selaku pengisi materi di IJT ini juga memberikan kesempatan untuk mem-publish tulisan peserta. Ditambah perform dari Paradise Flotilla membuat acara semakin lengkap. Tak luput dengan ciri khasnya yaitu menyajikan alunan instrumen lagu barat namun tetap disajikan dengan lirik lagu islam. “Sesuai dengan temanya Hidupkan Dunia Literasi Lejitkan karya, acara ini diharapkan bisa memotivasi peserta kegiatan untuk terus menulis sebuah karangan atau menuangkan ide-ide yang ada didalam diri seseorang tersebut menjadi sebuah karya” Ujar Nuraini Azizah, selaku panitia IJT divisi Acara.

“Indonesia memang tidak pernah kehabisan orang-orang cerdas. Tapi orang-orang cerdas yang mau menuliskan sebuah karya hanya sedikit. Untuk itu, ada harapan kepada peserta IJT agar nantinya dapat menjadi kontributor-kontributor hebat dalam menulis, paling tidak menulis di platform Nuraniku (Akun instagram dan website milik LDK Salim yang dikelola oleh departemen Huda, dibuat khusus untuk menampilkan karya berbentuk tulisan)” Lanjutnya.

2 pemikiran pada “Rilis Islamic Journalist Training #13

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *